Sejarah Desa Penembang
Desa Penembang adalah nama suatu wilayah di Kecamatan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah yang konon menurut tokoh masyarakat setempat dikenal karena keberadaan sebuah tambang emas diwilayah tersebut yang tambang tersebut adalah merupakan milik dari Pemerintahan Kolonial Belanda yang pada masa itu dan Pemerintahan Kolonial Belanda tidak berhasil untuk mendapatkan emas dari tambang tersebut, karena menurut masyarakat disana wilayah tersebut adalah wilayah yang dilindungi oleh kekuatan para leluhur desa hingga tambang tersebut akhirnya ditutup dan seiring dengan waktu wilayah tersebut dikenal dengan kata tambang, yang kemudian beruba menjadi tembang dan pada masa itu wilayah ditembang tersebut tinggal seorang Depati Belang bersama seorang adik perempuannya yang bernama “Moyang Atas Angin”, konon katanya adik kakak ini berasal dari Padang Sumatera Barat dan kemudian sebelum masa Indonesia Merdeka daerah beruba lagi menjadi Penambang artinya “wilayah tambang”.
Dan kemudian terakhir nama desa ini kembali disempurnakan Penembang.Dan tidak ada yang pasti kapan Desa Penembang terbentuk karena hampir tidak ada sumber informasi yang akurat, namun yang diketahui legenda masyarakat Desa Penembang mulai ada pada tahun 1890 dan peraturan desa masih bertumpu pada peraturan dan hukum adat yang diyakini oleh penduduk setempat. Pada tahun 1924 pengelahan desa diserahkan kepada Pemerintah Desa yang dipimpin oleh seorang Depati dan pada tahun 1949 dan selanjutnya dilakukan pemilihan kepala desa pertama dan terpilih bapak Sunu yang dipercayai untuk memimpin desa walaupun masih bersifat sederhana.